Tuesday, July 25, 2017

Mengulik Perjalanan Kali Cemara Simo Boyolali

Simo Sendiko - Tren foto sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah, banyak wisata yang bermunculan di Boyolali, salah di kecamatan Simo yaitu Kali Cemara. Kali Cemara menawarkan spot - spot kreatif yang dicetuskan oleh pemuda Ristansari untuk menangkap peluang tempat wisata Simo Boyolali.

Kali Cemara atau Kali Cemoro sebenarnya tidak ubahnya seperti sungai biasa. Bermula sejak bulan Maret 2017 sungai melintasi Simo dan Nogosari ini mulai diperthatikan dititik Dukuh Tanjung Sari RT 13 Desa Blagung. Melihat adanya potensi di peningalan belanda yaitu buk yang berada di Kedung Tanjung, pemuda Ristansari mulai memberishkan buk yang sekarang diberinama "Tanggul Belanda" tersebut. 

Bantaran sugai yang penuh sampah mulai diberishkan dan spot - spot foto mulai didirikan. Plang "Kali Cemara", Gardu Pandang, tulisan - tulisan yang kekinian, hingga kupu -kupu pun sudah terpampang di areal wisata tersebut. 

Menurut penuturan pengelola setempat, Kali Cemara Simo Boyolali dibuka hanya bermodalkan swadaya dari masyarkat baik biaya maupun tenaga. Butuh waktu sekitar 2 bulan memang untuk membersihkan dan merapikan semua areal Kali Cemara. Terlebih Kali Cemara juga mendapat dukungan dari pihak warga baik dalam sumbangan tanaman, penggunaan lahan, dan tenaga sehingga akses jalan pun sekarang cukup layak untuk dilewati.

Kreativitas pemuda Karang Taruna Ristansari dapat dilihat pula pada dekorasi pernak pernik dan hiasan dari bahan - bahan yang sederhana seperti botol dan ban bekas. Sekarang ini Kali Cemara telah menjadi icon wisata baru Simo Boyolali selain LGM dan Surapanta. (Agung Prasetyo)

Simo Sendiko

Author & Editor

Simo Sendiko adalah gerakan. Usaha untuk mengajak semua pihak untuk ambil bagian dalam kegiatan kolaboratif pada berbagai aspek potensial yang terdapat didalam wilayah kecamatan Simo.

0 komentar:

Post a Comment